![]() |
| sumber: https://id.pinterest.com/pin/760475087092964073/ |
Gegap gempita hari ini bersolek dan memakai wewangian. Entah mengapa, jatuh cinta terasa terlalu menyenangkan setiap harinya. Hubunganku dengan Mas Iwan terasa semakin erat setiap harinya. Keluargaku dan keluarga Mas Iwan pun setuju dengan kedekatan kita, menjadikan aku semakin percaya diri dan yakin akan hubungan ini.
Keseriusannya telah ia buktikan dengan sematan cincin di jari manisku saat ini. Seminggu lalu, ia melamarku. Beberapa bulan ke depan, kami meniatkan diri untuk memasuki jenjang pernikahan. Aku pun antusias mempersiapkan berbagai macam untuk hari bahagiaku dengan Mas Iwan.
"Dek, aku ada urusan mendadak, kita tunda ya untuk hari ini", mas Iwan.
"Baik Mas, tidak masalah, hati-hati di jalan"
Aku agak menggerutu kesal, karena sudah terlanjur dandan rapih dan wangi untuk Mas Iwan. Baiklah, kali ini mungkin kesempatanku untuk pergi dengan Reni, sahabatku.
Pada perjalanan kali ini, sepertinya aku melihat motor Mas Iwan terparkir di sebuah kafe. Aku dapati ia tengah duduk sendiri. Akupun mencoba berjalan menghampiri Mas Iwan, memastikan apakah benar Mas Iwan atau hanya orang yang mirip dengannya.
Satu, dua dan tiga langkah, kakiku terhenti dan terasa kaku. Aku mendapati Mas Iwan ternyata bersama perempuan, Linda, mantan kekasihnya waktu kuliah. Tuhan, apakah ini nyata atau hanya mimpi burukku?
Ku coba menelpon Mas Iwan dan, ya benar.
Bergegas aku balikkan badan dan semuanya terasa sesak. Entah, raut dan emosi apa yang akan aku luapkan setelah ini bersama Mas Iwan. Teringat pada sebuah janji di awal pertunangan untuk menyelesaikan segala kisah lampau. Mungkinkah ia ingkar?
#5CC #5CC9 #bentangpustaka #DioramaCareerClass
Sebuah Janji
4/
5
Oleh
syafitri
