Identitas Buku
Judul : Catatan Juang
Penulis : Fiersa Besari
Tebal Halaman : 303 halaman
Tahun terbit : 2017
Penerbit : Mediakita
Sinopsis Buku
Suar, gadis remaja yang tengah dilanda dilematis kehidupan untuk memperjuangkan masa depannya. Pertemuan Suar dengan buku sampul merah merupakan ketidaksengajaan yang terjadi di kehidupan Suar. Buku merah yang berisikan catatan singkat buku harian, namun mampu membuka mata hati Suar untuk mengejar dan menata masa depannya.
Novel ini merupakan novel lama yang saya baca berdasarkan rekomendasi kawan yang menurutnya bagus dan sesuai dengan kondisi saya saat ini. Halaman demi halaman tersemat pesan kehidupan yang dikemas secara singkat dan ringan dengan gaya bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti.
Premis dalam novel ini menceritakan tentang kisah petualang gadis remaja yang sedang mencari jati diri untuk meraih kehidupan yang diharapkannya. Terlihat Penulis ingin memberikan pesan kepada remaja untuk tetap teguh pendirian dengan apa yang mereka harapkan, kemudian perjuangkan. Begitulah sekiranya pesan yang ingin disampaikan Penulis kepada para pembaca, yakni tentang memaknai kehidupan.
Kelebihan Buku
Novel dengan judul Catatan Juang ini cukup tebal, namun dikemas dengan ringan sehingga tidak membuat pembaca bosan. Gaya bahasa yang dipakai sederhana sehingga membuat pembaca dapat berimajinasi dengan baik sesuai dengan deskripsi yang digambarkan oleh Penulis. Penggambaran latar waktu, tempat dan suasana juga dikemas dengan lengkap dan jelas sehingga pembaca dapat ikut merasakan suasana yang ditampilkan di cerita Catatan Juang.
Cerita ini menurut saya menarik, karena Penulis mampu mengemas dua kisah Suar dan Juang dalam satu cerita dengan alur yang berbeda kemudian membuat satu koneksi agar dua kisah ini dapat koheren. Penulis mampu mengoneksikan tokoh Suar yang memiliki karakter yang tengah mengalami dilema kemudian dipertemukan dengan tulisan Juang yang secara tersirat merupakan sosok yang memiliki nilai semangat tinggi, dua karakter yang memiliki gap namun Penulis berhasil menyatukan keduanya.
Alur yang disampaikan dalam cerita ini juga menarik, yakni menggunakan alur campuran dimana Juang memiliki alur mundur dalam bentuk tulisan catatan hariannya dan Suar memiliki alur campuran. Transisi alur dalam cerita Suar cukup halus dengan percepatan ritme yang ditandai dengan dialog serta kilas balik atau flash back.
Deskripsinya jelas dan detail adalah hal yang saya suka saat membaca Catatan Juang. Penulis berhasil membawa emosi pembaca untuk tersenyum dan menangis karena berhasil memunculkan suasana cerita. Beberapa kali perdebatan konflik dimunculkan Penulis dengan lugas pada tokoh, sehingga memperkuat karakter Suar yang sedang mengalami kebimbangan.
Sudut pandang yang dipakai dalam novel ini ialah menggunakan sudut pandang orang ketiga, yakni Suar. Selain itu, sudut pandang orang pertama ialah digunakan pada tokoh Juang dalam catatan-catatannya. Sangat menarik. Novel ini memiliki dua kisah yang berbeda baik alur dan sudut pandang, namun tetap tertata apik dan menyatu.
Kekurangan Buku
Catatan Juang, memiliki kisah panjang yang terdiri dari empat bagian. Saya berekspektasi bahwa novel ini akan membuat momen mengejutkannya, akan tetapi sepertinya Penulis membuat alur yang sama di setiap bagiannya sehingga sedikit membuat bosan. Hal ini karena pola dalam menulis cerita ini ialah diawali dengan kontemplasi, kemudian berlanjut pada catatan Juang, kemudian dilanjutkan dengan penceritaan dari tokoh Suar. Meskipun demikian, kisah Catatan Juang ini ialah novel yang ringan dan cocok untuk dibaca di kalangan remaja dan dewasa.
#5CC #bentangpustaka #BookdragonCareerClass #writingcareerclass
.jpeg)
3 comments
Keren kak rangkumannya, jadi pengen baca novelnya 😁
ReplyAku juga suka sama deskripsinya yang jelas dan detail, saya yang sebenernya kurang suka baca novel jadi penasaran pas baca buku ini. Nice review kak
Replysebagai orang yang gemar menikmati konten fiersa besari, saya juga pernah membaca buku ini, deskripsi dari kaka ini persis menggambarkan isi dari bukunya.
Reply